Ke Di gang kawasan Jatinegara, ada warung legendaris yang buka Dari tahun 60-an. Warung makan ini menawarkan sate kambing hingga tongseng nikmat yang tidak bau prengus sama sekali!
Muslim menyambut Idul Adha 2026 yang jatuh Ke hari Rabu, 27 Mei. Sebelumnya Menyambut daging kurban Untuk diolah, tak ada salahnya mencicipi sajian kambing nikmat dulu Ke warung makan legendaris.
Namanya Sate Sederhana Keroncong yang sudah beroperasi Dari tahun 1960-an. Lokasinya cukup unik Lantaran ada Ke Di Gang Lele, Jalan Matraman Raya, Jatinegara. Meski ada Ke Di gang, tidak sulit menemukannya. Sebab ada plang Ke Di gang yang terlihat cukup jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warung makannya sederhana saja, tetapi terkenal Di olahan daging kambing yang tidak bau prengus sama sekali!
1. Asal usul nama Sate Keroncong
|
Warung sate ini dikenal Di sebutan sate keroncong Lantaran suka ada Manajer keroncong Ke Di warung. Foto: Detikcom / Atiqa Rana
|
Warung sate ini termasuk Hidangan legendaris Ke Jatinegara Lantaran sudah buka Disekitar tahun 1964 atau 62 tahun lalu. Lokasinya tak berubah, Ke gang Lele.
Menurut pemiliknya, Sri Mulyono, warung tersebut kini dikelola Dari generasi kedua. Akan Tetapi, Di dulu sampai sekarang cita rasa yang ditawarkan masih konsisten
Nama warung ini awalnya hanya ‘Sate Sederhana’. Akan Tetapi akhirnya ditambah Di kata ‘keroncong’ Lantaran ada Manajer Alunan keroncong Ke Di warungnya. Namanya juga diganti supaya lebih Menarik Perhatian.
Menurut Mulyono, Disekitar tahun 2000-an, salah satu host Monitor swasta mampir Ke warung tersebut yang kebetulan Lagi ada penampilan keroncong Ke depannya.
“Ya akhirnya nggak sengaja dibuatin namanya sate keroncong. Sampai sekarang dikenalnya seperti itu,” jelasnya.
2. Aneka olahan kambing Karena Itu andalan
Aneka olahan kambing sedap bisa ditemukan Ke Sate Keroncong Sederhana Jatinegara. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Warung yang kini dijalankan Dari generasi kedua tersebut masih mempertahankan menu dan cita rasanya. Hanya olahan kambing yang dijual Ke sini, seperti sate, gule, dan tongseng.
Sate yang ditawarkan pun bergaya Jawa Di yang fokus Ke penambahan bumbu kecap dan bumbu celup. Ukuran potongan dagingnya cenderung lebih besar Di sate kambing Ke umumnya.
“Ke bumbunya, kalau Jawa Di itu rata-rata kebanyakan bubuk kecap dan ada bumbu celup,” jelas Mulyono.
Kambing yang dipakai pun tidak seperti kebanyakan restoran yang pakai kambing muda. Ke sini mereka secara khusus pakai kambing perempuan yang agak tua, berbobot Ke atas 30 kilogram, Akan Tetapi, jika dihitung Di berat karkas Di bentuk daging kambing, kira-kira beratnya Ke atas 15 kilogram.
“Biasanya kambing yang berat Ke atas 30 kilo. Karena Itu kira-kira kambing daging tuh Ke atas 15 kilo. Karkas ya, maksudnya udah bentuk daging,” lanjut Mulyono.
3. Sate kambing nikmat dan tidak berbau
Seporsi sate kambing yang nikmat dan tidak bau prengus sama sekali. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Meski menggunakan kambing yang usianya agak tua, sate kambing Ke sini tetap nikmat dan tidak berbau prengus sama sekali.
DetikFood memesan 1 porsi sate kambing (Rp 75.000) berisi 10 tusuk. Kamu bisa pilih mau full daging, daging Di tambahan lemak, atau ditambah Di ati.
Proses pembakaran sate ini membutuhkan waktu yang tidak begitu lama, kurang lebih 5 menit.
Prosesnya dimulai Di membakar tusukan daging kambing Ke atas arang berapi besar tanpa menggunakan bumbu apa pun. Sesudah kira-kira sudah mulai kering, Mutakhir dicelup Ke bumbu. Sate celupan pertama pun dimasak sampai agak setengah matang. Barulah dicelup Untuk kedua kalinya dan sate dimasak sampai bumbu celupnya benar-benar kering.
Bumbu celup satenya pun merupakan racikan sendiri yang berbahan dasar gula jawa Di berbagai macam rempah, salah satunya kayu manis. Bumbunya diolah sampai kental Di rentan waktu cukup lama.
Mulyono Membeberkan, “Iya itu diolahnya tuh sampai kental itu kurang lebih lima-enam jam. Makanya biar itu gula tapi gak ada yang pernah disentuh semut.”
Sate kambing yang sudah matang Lalu disajikan bersama Di bumbu kecap, irisan tomat, irisan bawang merah, irisan cabe rawit, dan sedikit merica.
Di tampilannya saja, sate kambing ini sudah sangat menggugah selera. Potongannya besar-besar, aromanya sedap, ditambah disajikan bersama tambahan sambal.
Kurang lebih sate kambing dibakar 5 menit dan dua kali dicelup Ke bumbu spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Sebaiknya Sesudah Karena Itu, sate ini langsung segera dimakan agar bisa merasakan tekstur daging yang cukup empuk. Lantaran jika sudah agak dingin, dagingnya agak sedikit lebih keras.
Dagingnya juga sangat berserat dan tidak ada aroma atau jejak rasa prengus sama sekali. Di beberapa tusuk ada yang dikombinasikan Di lemak gaji susu yang teksturnya lebih padat tetapi tetap lumer Ke mulut.
Rasa satenya menurut kami cenderung manis Di kecap, tetapi ada sedikit sentuhan pedas merica. Dimakan begitu saja tanpa cocolan sambal sudah nikmat. Tetapi kalau mau lebih segar pedas, bisa dimakan bersama irisan tomat, bawang, dan cabe rawitnya.
4. Gule kambing dimasak lebih Di 3 jam
Gule kambing Ke warung ini juga tidak kalah nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Selain sate, warung ini juga punya menu Gule Kambing (Rp 50.000) yang patut dicoba.
Proses pembuatan gulenya juga masih tradisional. Menurut pak Mulyono, salah satu rahasia gulenya nikmat dan tidak berbau prengus Lantaran dimasak Di jangka waktu cukup lama.
Gule Ke Di kuali besar sudah dimasak Dari pukul 6 pagi sampai 9 pagi menggunakan api kayu. Sesudah 3 jam dimasak, barulah gulai siap disajikan Ke pelanggan dan dipanaskan menggunakan kompor biasa.
Seporsi gulai terdiri Di isian tulangan kambing dan krewet atau sisa-sisa daging yang keras. Untuk jeroannya hanya ada paru.
“Sebenarnya kalau aslinya gulai itu ada jeroan sebetulnya ya. Tapi Ke sini kan banyak yang nolak Ke Jakarta, Karena Itu kita gak pakai jeroan. Karena Itu jualannya hanya tulangan, krewet, dan paru,” jelasnya kepada detikFood.
Gulainya punya tampilan tak kalah Menarik Perhatian. Kuahnya agak kuning pucat Di cita rasa gurih santan dan rempah yang ringan. Daging yang menempel Ke tulangan Ke sajian ini juga sangat empuk. Justru sangat mudah lepas Di tulangnya.
Sama seperti sate, tulangan dan isian kambing lainnya Ke sajian ini juga sama sekali tidak berbau prengus.
5. Tongseng kambing yang manis nikmat
Menu tongseng sedap juga ditawarkan Dari Sate Keroncong Sederhana Jatinegara. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Satu lagi menu yang tidak boleh dilewatkan, Tongseng Kambing (Rp 50.000). Bedanya Di gule, tongseng diisi Di potongan daging dan lemak kambing saja, tidak ada tulangan atau jeroan. Akan Tetapi dimasak menggunakan tambahan kuah Di gule Agar cita rasa gurih rempahnya cukup tercecap kuat.
Seporsi tongseng juga ditambah Di irisan tomat dan cabe rawit yang menambah tekstur dan cita rasa asam, pedas, menyegarkan.
Kuahnya juga cukup berbeda Di gule. Kuah tongseng punya warna yang lebih cokelat pekat Lantaran memang ditambah Di kecap manis dan bumbu dasar, Agar rasanya juga cenderung manis. Akan Tetapi, manisnya tidak berlebihan Lantaran masih pas Ke lidah. Tekstur renyah Di kol membuat makan makin lahap.
Sate Sederhana Keroncong bisa menjadi tujuan yang tepat jika kamu ingin menikmati olahan kambing sedap yang dimasak sempurna. Lokasinya ada Ke Gang Lele, Jalan Matraman Raya No. 224, Jatinegara, Jakarta Timur. Buka setiap hari pukul 10.00 – 17.30 WIB.
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Bikin Laper; Hidangan Malam Ke Sate Jaya Agung Kebon Sirih“
(aqr/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sate Kambing ‘Tua’ Anti Prengus Ke Gang Jatinegara Dari 1964
















