Jakarta –
Seorang anak kecil Di membuat warga Singapura resah. Pasalnya anak itu keliling membagikan cerita sedih sambil menjual es krim yang harganya mencapai Rp 392 ribu!
Banyak trik atau strategi pemasaran yang dilakukan penjual Untuk dagangannya laku. Malahan beberapa sengaja menipu pelanggan Bersama cara membagikan cerita sedih supaya pelanggan berempati.
Cara tersebut sering dikenal sebagai ‘sadfishing’ atau strategi yang memanfaatkan emosi kesedihan (curhat/drama) Sebagai Merasakan perhatian, empati, dan akhirnya Menarik Perhatian minat beli konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Parahnya lagi, beberapa penjual yang seperti itu menjual produk yang tidak sepadan. Mereka menawarkan Konsumsi yang aslinya dijual Bersama harga murah, tetapi sengaja harganya dinaikkan, seperti yang dilakukan anak kecil ini.
Dilansir Bersama stomp.sg (6/1), seorang warga Singapura bernama JJ memperingatkan orang lain agar berhati-hati Bersama penjual seperti itu. Pasalnya, keluarga dia sudah tertipu Dari tipuan serupa Ke tanggal 27 Desember lalu.
JJ Menginformasikan ia didatangi Dari seorang anak laki-laki yang mengaku berjualan es krim Sebagai menghidupi keempat saudara kandungnya. Anak kecil itu juga mengaku ibunya Akansegera memarahinya jika dia tidak bisa menjual es krim. Supaya lebih dramatis, anak kecil itu terus menyentuh bajunya yang robek.
Melihat Perawatan Balita kecil itu, anak JJ pun merasa berempati. Anaknya memohon suaminya Sebagai membelikan es krim yang dijual bocah tersebut.
|
Anak laki-laki Ke Singapura berjualan es krim Bersama cara membagikan cerita sedih. Foto: stomp.sg / Ong Su Mann
|
Nominal yang dikeluarkan cukup mengejutkan. JJ mengaku suaminya membayar $30 atau Disekitar Rp 392.755. Padahal menurut netizen lain, harga es krim tersebut aslinya hanya $8,50 atau Rp 111.268.
JJ yang tinggal Ke kawasan Tampines GreenGem ini juga Menginformasikan kalau kejadian tersebut merupakan sebuah Kejahatan Finansial.
“Saya memeriksa obrolan grup perumahan kami. Ternyata itu Kejahatan Finansial,” ujarnya.
Menurut warga Singapura ini, ada Disekitar enam hingga tujuh anak laki-laki yang disebar Ke seluruh perumahan Sebagai menjual es krim. Beberapa tetangganya juga didatangi Dari anak laki-laki berbeda yang menjual cerita sedih serupa.
“Mereka Akansegera membuka harga Ke $35 (Rp 458.164) lalu menurunkannya, tergantung seberapa sulitnya meyakinkan Anda,” ujar JJ.
Ini dia es krim yang dijual Dari anak laki-laki tersebut. Harganya ditingkatkan berkali lipat. Foto: stomp.sg / Ong Su Mann |
Selain JJ ada juga korban lain yang sempat membagikan cerita Kejahatan Finansial serupa Ke grup Facebook Friends Of Yew Tee. Rupanya Kejahatan Finansial ini sudah lama dikenal. Ada perusahaan yang mengeksploitasi anak muda Sebagai menjual es krim.
Netizen lain yang mendengar cerita ini Menginformasikan, “Dia menaikkan harga setiap Wadah secara gila-gilaan menjadi Disekitar $30 (Rp 392 ribu)? Sebagai merek es krim bernama Evergreen, yang saya telusuri setelahnya, harganya hanya Ke bawah $9 (Rp 117 ribu)?”
Merespons laporan ini, juru bicara SFA (Singapore Food Agency) mengatakan penjual Konsumsi atau Barang Dagangan yang keliling Bersama satu pintu Ke pintu lain merupakan tindakan perdagangan ilegal. Hal ini termasuk Pelanggar berdasarkan Undang-Undang Kesejaganan Lingkungan Komunitas.
SFA Akansegera Mengejar Tindak Kejahatan penjualan Barang Dagangan dagangan ilegal ini dan Memutuskan tindakan penegakan hukum yang diperlukan. Komunitas yang menemukan Karya seperti itu bisa melaporkannya langsung Ke SFA.
(aqr/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Umbar Cerita Sedih, Ini Modus Anak Kecil Jualan Es Krim Rp 392 Ribu












