Banyak tempat makan tradisional Indonesia yang masih eksis sampai Pada ini. Tak hanya soal nama, tetapi Konsumsi yang disajikan juga punya rasa konsisten!
Di Ditengah menjamurnya tempat makan nusantara modern, Hidangan tradisional Indonesia rupanya masih digemari. Justru, tidak jarang yang tertarik mampir Hingga tempat makan tradisional Sebab rindu Bersama masakan khas serta ingin bernostalgia Bersama suasananya.
Ada banyak Hidangan tradisional legendaris yang masih bertahan sampai sekarang Walaupun sudah beroperasi lebih Bersama datu dekade. Cita rasa Konsumsi yang masih konsisten Sebelum dulu membuat Hidangan tradisional legendaris ini sering dicari dan membuat penggemarnya selalu balik lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penasaran apa saja? Berikut daftar 5 Hidangan tradisional legendaris yang masih bertahan sampai sekarang!
1. Soto Sapi Ni’Mat Sebelum 1952
|
Kelezatan Soto Betawi Legendaris Di Jatinegara ini masih disukai banyak orang. Foto: detikFood
|
Di kawasan Jatinegara, ada penjual soto pinggir jalan yang melegenda. Soto Sapi Ni’Mat ini sudah berjualan Sebelum tahun 1952. Mereka menawarkan racikan soto Betawi Bersama resep turun temurun.
Ciri khas soto Betawi Di sini yaitu kuahnya yang menggunakan santan murni tanpa campuran susu. Jenis kelapa yang digunakan juga harus kelapa Untuk. Supaya dagingnya empuk dan tidak alot, semuanya diproses dua kali. Karena Itu direbus terlebih dahulu barulah digoreng.
Kalau mau lebih segar, bisa dinikmati bersama acarnya yang terdiri Bersama wortel, timun, dan bawang merah.
Seporsi soto dibanderol seharga Rp 26.000 saja. Nasi putihnya dibanderol seharga Rp 6.000.
Lokasinya bisa ditemukan Di Jl. Jatinegara Timur No.133 A 11, RT.11/RW.1, Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, tepatnya Didekat Halte Transjakarta Kampung Melayu.
2. Nasi Goreng Kebon Sirih Sebelum 1958
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih jug masih eksis sampai sekarang. Foto: dok. detikFood |
Nasi goreng kambing menjadi salah satu Kandidatteratas banyak orang Indonesia. Salah satu yang populer dan melegenda adalah Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih yang sudah tersohor Sebelum tahun 1958.
Nasi goreng Di tempat ini dibuat Bersama Haji Nein. Keitsimewannya datang Bersama tampilan dan rasa yang mirip Bersama nasi kebuli khas Arab. Bumbunya menggunakan banyak rempah, seperti kapulaga, cengkeh, jinten, sereh, hingga kunyit.
Nasi gorengnya juga dimasak Bersama tambahan Energi samin Cap Onta yang membuat cita rasanya lebih gurih. Seporsi nasi goreng kambing dibanderol Di Rp 41.000an.
Cabangnya bisa ditemukan Di beberapa tempat, salah satunya Di Jl. Kebon Sirih, RT.3/RW.2, Raya, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Lokasi Khusus Kota Besar Jakarta 10340.
3. Gado-Gado Bon Bin Sebelum 1960
Gado-gado Siram Bon Bin juga Populer Sebelum 1960. Foto: Andi Annisa DR/detikfood |
Di Jakarta juga ada penjual gado-gado legendaris, namanya Gado-Gado Bon Bin. Hidangan tradisional ini sudah berdiri Sebelum tahun 1960 menawarkan gado-gado yang unik dan berbeda.
Biasanya gado-gado disajikan bersama bumbu kacang yang sudah diulek terlebih dahulu. Tetapi Di tempat ini, bumbu kacangnya langsung disiram Hingga atas sayur. Bumbu kacangnya juga lebih kental dan halus dibandingkan bumbu kacang gado-gado ulek.
Ciri kgas lainnya yaitu bumbu kacangnya dibuat Bersama kacang tanah disangrai, bukan digoreng. Kacang tanah lalu dicampur bersama bumbu gado-gado lain, termasuk cuka aren yang membuat rasanya sedikit asam menyegarkan.
Seporsi gado-gado dilengkapi Bersama emping dan kerupuk udang. Harga per prosinya dibanderol Di Rp 44.000 sampai Rp 48.000-an tergantung pakai lontong atau tidak.
Gerai gado-gado legendaris ini berlokasi Di Jl. Cikini IV No.5, RT.14/RW.5, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Lokasi Khusus Kota Besar Jakarta 10330.
4. Bakmi Lorong Sebelum 1970
Bakmi Lorong, kedai bakmi kecil Di Untuk Pasar Jatinegara ini juga sudah ada Sebelum 1970. Foto: detikFood |
Bakmi Lorong termasuk salah satu Hidangan tradisional legendaris yang bertahan Di Pasar Jatinegara. Lokasinya unik Sebab berada Di Untuk lorong sempit.
Gerai bakmi yang sudah beroperasi Sebelum tahun 1970 ini menawarkan menu sederhana, seperti bakmi ayam, bihun, dan kwetiau. Racikannya ala bakmi China yang menggunakan dua jenis ayam yaitu ayam asin dan ayam kecap agar rasanya lebih beragam.
Seporsi bakmi ayam atau mie Di sini dibanderol Rp 20.000 – Rp 30.000. Bisa juga ditambah Bersama topping bakso dan pangsit rebus isi daging ayam.
Kalau penasaran belum pernah coba, bisa mampir Hingga lokasinya yang ada Di Jalan Pintu Timur No.6, RT.6/RW.6, Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Lokasi Khusus Kota Besar Jakarta 13310.
5. Nasi Uduk Ibu Enin Sebelum 1970-an
Nasi uduk juga menjadi salah satu Konsumsi Kandidatteratas banyak orang Indonesia. Di Lokasi Jakarta Pusat ada tempat makan nasi uduk melegenda, namanya Nasi Uduk Ibu Enin.
Warung nasi uduk ini sudah terkenal Sebelum dulu, Justru jauh Sebelumnya warung makan ini viral diliput Bersama food vlogger atau ramai Di media sosial.
Dulu tahun 1970-an, nasi uduk ini dijual Bersama cara dipikul keliling Lokasi Gunung Sahari. Bersama situ pelanggan setia lama-lama bertambah hingga akhirnya mulai menetap dan buka warung tenda sampai sekarang.
Nasi uduk Di sini terkenal berkat menu ayam goreng kampung yang konsisten dan enak. Ayam gorengnya diolah Bersama bumbu ungkep kuning. Lalu nasi uduknya juga disajikan Bersama racikan sambal kacang, sambal merah, dan acar timun bawang yang segar.
Masalah rasa, nasi uduk Di sini lebih harum dan lebih gurih. Seporsinya dibanderol Rp 10.000 sudah dilengkapi Bersama kerupuk ikan premium. Sedangkan lauk lainnya, seperti tahu dan tempe, ati ampela, dan ayam goreng dibanderol mulai Bersama Rp 3.000 sampai Rp 22.000.
Tempat makan ini bisa dietmukan Di Jl. Gn. Sahari XI No.70, RT.8/RW.3, Gn. Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Lokasi Khusus Kota Besar Jakarta 10720.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Sudah Ada Sebelum 1958, Begini Penampakan Restoran Ayam Tjap Benteng“
(aqr/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Masih Eksis! 5 Hidangan Tradisional yang Usianya Lebih Bersama 50 Tahun














