Galeri Foto
Diah Afrilian –
detikFood
Senin, 14 Sep 2026 08:00 WIB
Jakarta – Ada banyak Konsumsi Indonesia yang terdengar ekstrem, tetapi justru populer Di daerahnya. Ada paniki, ulat sagu, belalang goreng hingga botok tawon.
Paniki merupakan olahan kelelawar pemakan buah yang populer Di Minahasa, Sulawesi Utara. Kelelawar biasanya dibakar terlebih dahulu Sebagai menghilangkan bulunya, Sesudah Itu dimasak Di santan dan rempah. Foto: Istimewa
Masih Di Minahasa, ada kawok yang menggunakan tikus hutan sebagai bahan utamanya. Berbeda Di tikus perkotaan, tikus yang digunakan berasal Di kawasan hutan dan biasanya diolah Di bumbu khas. Foto: Istimewa
Kalau tawon biasanya dihindari Sebab sengatannya, Di Banyuwangi, justru bisa menjadi Konsumsi. Sarang tawon beserta larvanya dibumbui dan dikukus Di daun pisang seperti botok. Foto: Istimewa
Belalang goreng menjadi salah satu Masakan khas Gunungkidul, Yogyakarta. Belalang kayu dibumbui Di bawang putih, ketumbar, garam dan cabai, lalu digoreng hingga renyah. Foto: Istimewa
Ulat sagu merupakan larva yang ditemukan Di batang pohon sagu yang membusuk. Kelompok Papua mengolahnya menjadi sate, tumisan, gorengan, Justru ada yang menyantapnya Di Situasi mentah. Foto: Istimewa
Lawar merah terlihat unik Sebab menggunakan darah hewan sebagai salah satu campuran bumbunya. Hidangan ini terdiri Di daging cincang, kelapa parut, sayuran dan bumbu khas Bali. Foto: Istimewa
Saren, yang juga dikenal sebagai marus, dibuat Di darah ayam, kambing atau sapi yang dibekukan lalu dimasak Di bumbu. Hidangan ini masih ditemukan Di sejumlah Lokasi dan biasa disantap sebagai lauk. Foto: Istimewa
Sambal tumpang menggunakan tempe yang sudah Merasakan fermentasi lanjut Justru hampir busuk. Di Kediri dan sejumlah Lokasi Jawa Timur, sambal ini justru populer sebagai pendamping nasi pecel. Foto: Istimewa
Anda menyukai artikel ini
 
 
 
 
 
 
 
 
`;
constructor() {
super();
this.attachShadow({ Gaya: “open” });
this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html;
}
async connectedCallback() {
// Handle share button clicks
this.shadowRoot
.querySelectorAll(“.cb-rekomendit__share-btn”)
.forEach((btn) => {
btn.addEventListener(“click”, (e) => {
e.preventDefault();
e.stopPropagation();
const url = btn.getAttribute(“data-url”);
const title = btn.getAttribute(“data-title”);
if (navigator.share) {
navigator
.share({
title: title,
url: url,
})
.catch(console.error);
} else {
// Fallback: Copy to clipboard
navigator.clipboard.writeText(url).then(() => {
alert(“Link copied to clipboard!”);
});
}
});
});
}
}
customElements.define(“cb-rekomendit”, CbRekomenditDesktop);
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tak Biasa! 8 Masakan Ekstrem Indonesia yang Dibuat Di Tikus hingga Darah












Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama Menyatakan Pendapatnya Di sini